Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
malukubersatu.online malukubersatu.online malukubersatu.online

Berita Terkini Ambon & Maluku

malukubersatu.online malukubersatu.online malukubersatu.online

Berita Terkini Ambon & Maluku

  • Home
    • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Box Redaksi
  • Nasional
  • Home
    • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Box Redaksi
  • Nasional
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
malukubersatu.online malukubersatu.online malukubersatu.online

Berita Terkini Ambon & Maluku

malukubersatu.online malukubersatu.online malukubersatu.online

Berita Terkini Ambon & Maluku

  • Home
    • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Box Redaksi
  • Nasional
  • Home
    • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Box Redaksi
  • Nasional
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Berita Utama/Celo di Dalam Tas Sekolah
Berita Utama

Celo di Dalam Tas Sekolah

By admin
14.10.2026 4 Min Read
0

Perjalanan 3.028 Buku Tabungan Menyeberangi Lautan Maluku

Penulis : Nunik Pratiwi


Jam tujuh pagi di SMP Negeri 2 Ambon. Belum masuk jam pelajaran, tapi di kelas 8B sudah ramai. Bukan karena ada guru, melainkan karena seorang kakak kelas, Risma, 16 tahun, sedang membongkar tasnya.


Bukan membagikan stiker atau foto idol K-Pop. Risma mengeluarkan tiga benda: sebuah celengan tanah liat kecil yang di Ambon disebut celo, sebuah buku tabungan SimPel warna biru, dan screenshot HP berisi iklan “Pinjaman Cair 2 Menit, Cukup KTP!”.


“Kalau katong punya Rp 20 ribu, mana yang katong pilih? Beli kuota untuk main slot, atau taruh di sini?” tanya Risma sambil mengangkat buku tabungan itu.
Satu kelas terdiam. Lalu seorang anak laki-laki di belakang nyeletuk, “Taruh di celo, Kak!”


Risma adalah salah satu dari Duta PELA – Duta Pelajar Literasi Keuangan yang dibentuk OJK Provinsi Maluku. Dan adegan kecil di kelas 8B itu adalah ujung tombak dari sebuah gerakan besar: pembukaan 3.028 rekening SimPel baru sepanjang 2026 di 11 kabupaten/kota di Maluku.


OJK Maluku mencatat, 1.099 rekening lahir di Kota Ambon, 554 di Seram Bagian Barat, dan 407 di Maluku Tenggara. Sisanya harus menyeberang lautan. Ada yang dibawa perahu kayu ke Pulau Moa, ada yang harus menunggu kapal perintis seminggu ke Kepulauan Aru, ada yang dicatat manual karena sinyal hilang di pegunungan Buru.


Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, tahu persis perjuangan itu.


“Kami tidak hanya mengejar jumlah,” katanya suatu sore di kantornya. “Capaian pembukaan rekening SimPel perlu diimbangi dengan penanaman kebiasaan menabung yang konsisten. Kalau tidak, rekening itu akan mati.”


Haramain tidak ingin 3.028 itu menjadi 3.028 buku tabungan yang berdebu di lemari. Ia ingin 3.028 itu menjadi 3.028 kebiasaan baru.

       Suasana edukasi literasi keuangan bagi ratusan pelajar di Kota Ambon dengan tema ‘Remaja dan Literasi Keuangan’ bersama Wali Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi garda depan OJK dan Pemkot Ambon dalam menutup gap literasi 6 persen di Maluku. ( Dok. Pemkot Ambon )

Ada alasan kenapa OJK Maluku ngebet mengejar anak sekolah.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dibuat OJK bersama BPS dan LPS di 38 provinsi jadi alarm keras.


Nasional, orang yang paham keuangan baru 69,57%, yang sudah pakai bank 93,61%.


Di Maluku? Yang paham keuangan cuma 63,87%, yang pakai bank 87,59%. Kita masih tertinggal 5-6 persen.


Yang paling menyedihkan adalah anak usia 15-17 tahun. Secara nasional, yang paham keuangan cuma 56,04%. Padahal mereka inilah yang paling sering nongkrong di TikTok, yang setiap 3 video disisipi iklan “Main game ini dapat Rp 100 ribu!” yang ujungnya judi online.


“Misi kita bersama meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari jebakan layanan keuangan ilegal,” tegas Haramain.
Jebakan itu nyata. Di Ambon, sudah ada siswa SMP yang pakai uang SPP untuk top-up game judi online karena tergiur iklan. Ada mahasiswi yang fotokopi KTP-nya dipakai orang untuk pinjol ilegal.
tulah kenapa Duta PELA hadir. Mereka tidak ceramah pakai istilah “Otoritas Jasa Keuangan” atau “inklusi”. Mereka pakai bahasa katong.

“Jangan kasih OTP itu seperti jangan kasih password HP ke pacar,” begitu cara Risma menjelaskan.


Terobosan OJK Maluku yang paling berani adalah ini memasukkan modul literasi keuangan ke dalam mata pelajaran IPS untuk SMP dan MTs se-Kota Ambon.


Ibu Marta, guru IPS di SMPN 6 Ambon, awalnya bingung. “Saya disuruh ajar ekonomi? Saya guru sejarah,” katanya sambil tertawa.


Tapi setelah pelatihan dari OJK, ia paham. Ia kini mengajarkan inflasi dengan contoh harga papeda dan ikan asar di pasar. Ia mengajarkan bunga bank dengan simulasi tabungan SimPel milik muridnya sendiri.
“Anak-anak jadi lebih paham. Kalau dulu mereka tanya kenapa uang jajan tidak cukup, sekarang mereka tahu jawabannya,” kata Ibu Marta.


Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang datang di puncak acara literasi itu mengangguk setuju.


“Sebagai Pemerintah Daerah, saya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan OJK, perbankan, dan satuan pendidikan dalam mendorong budaya menabung di seluruh wilayah Maluku, termasuk di pulau-pulau terluar,” kata Gubernur.


Ia juga menitipkan pesan yang ia ulang tiga kali di atas podium, seolah ingin dipahat di kepala setiap anak muda Maluku.


“Waspada pinjol ilegal. Waspada investasi ilegal. Waspada judi daring. Jaga KTP, jaga PIN, jaga kode OTP.”


Bel pulang berbunyi di SMP Negeri 2 Ambon. Risma, sang Duta PELA, memasukkan kembali celo dan buku tabungannya ke dalam tas sekolahnya yang sudah lusuh.


Seorang siswi kelas 7 menghampirinya. “Kak, kalau mau buka tabungan SimPel harus bawa apa?”
“Cuma Rp 1.000 dan fotokopi Kartu Pelajar,” jawab Risma. “Nanti Kakak antar ke bank.”
Siswi itu mengangguk dan lari mengejar teman-temannya. Di dalam tasnya yang kebesaran, sore itu ada satu impian baru yang ikut pulang.


Hari ini ada 3.028 tas sekolah di Maluku yang di dalamnya ada buku tabungan. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan buku itu tidak kosong.


Karena dari celo-celo kecil di dalam tas itulah, Maluku sedang menabung masa depannya sendiri.

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Update Dampak Kabut Asap Karhutla, Pembatalan Penerbangan di Bandara Pattimura Masih Berlanjut

Next

Perluas Manfaat Program SESAMA, Pertamina Kembali Salurkan Perlengkapan Sekolah Bagi Ratusan Murid di Sentani

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Maluku Bersatu. All rights reserved.