OJK Ajak Sektor Jasa Keuangan Tekan Inkluasi di Maluku

Ambon, MB – Sektor keuangan di Provinsi Maluku masih menghadapi tantangan besar untuk menyamai capaian nasional. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan Maluku berada di angka 63,87 persen dan indeks inklusi berada di angka 87,59 persen. Angka ini menunjukkan adanya ketertinggalan atau gap sekitar 5 hingga 6 persen dibandingkan rata-rata nasional.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menyatakan bahwa mengecilkan gap ini adalah misi bersama
” Edukasi yang gencar sangat diperlukan agar masyarakat bisa mengambil keputusan keuangan dengan tepat dan terhindar dari layanan ilegal,”ungkap Haramain,Kamis 3 September 2026
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, OJK telah menggelar 82 kegiatan edukasi yang berhasil menjangkau 9.310 peserta dari berbagai kalangan, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Meski menghadapi tantangan berat, kerja keras Maluku mendapat pengakuan di tingkat nasional. Provinsi Maluku berhasil meraih penghargaan KEJAR Award 2026 sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik untuk Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua. Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga menyabet Financial Literacy Award 2026 berkat program literasi keuangan terbaik tingkat kota.
Penulis: Nunik