Pelajar Maluku Harus Melek Finansial
Ambon, MB – Tingkat pemahaman keuangan atau literasi keuangan di kalangan generasi muda Maluku masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun secara nasional baru menyentuh angka 56,04 persen.
Angka ini menempatkan segmen pelajar di Maluku berada di bawah rata-rata nasional.
Merespons kondisi tersebut, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menetapkan pelajar sebagai kelompok sasaran prioritas utama. Langkah nyata ini ditandai dengan digelarnya Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Maluku 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Kamis 3 September 2026, yang dihadiri oleh lebih dari 1.200 pelajar SMP dan SMA se-Kota Ambon.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini agar anak muda tidak terjebak dalam masalah finansial di masa depan. “Sebagai bentuk keseriusan, OJK bersama Pemerintah Kota Ambon telah meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran IPS bagi seluruh SMP dan MTs se-Kota Ambon,”ungkap Haramain.
Selain itu, sepanjang tahun 2026, industri perbankan di Maluku juga berhasil menjaring 3.028 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) baru untuk menumbuhkan budaya menabung sejak bangku sekolah.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini agar anak muda tidak terjebak dalam masalah finansial di masa depan.
“Sebagai bentuk keseriusan, OJK bersama Pemerintah Kota Ambon telah meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran IPS bagi seluruh SMP dan MTs se-Kota Ambon,”ungkap Haramain.
Selain itu, sepanjang tahun 2026, industri perbankan di Maluku juga berhasil menjaring 3.028 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) baru untuk menumbuhkan budaya menabung sejak bangku sekolah.
Penulis: Nunik